Cara merawat anak Anjing bagi Pemula

Cara merawat anak Anjing bagi Pemula

Cara merawat anak Anjing bagi Pemula

Merawat anjing merupakan kegiatan menyenangkan yang banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Selain lucu dan menggemaskan, anjing kerap kali bisa dianggap sebagai sahabat bahkan keluarga sendiri ketika kita menginginkannya.

Namun, merawat anjing tidaklah semudah yang kamu bayangkan. Kamu perlu waktu, ruang, dan uang lebih untuk memelihara mereka. Terutama, ketika mereka melahirkan anak anjing lainnya. Karena, pada dasarnya cara merawat anak anjing berbeda dengan cara merawat anjing dewasa.

Nah, buat kamu yang baru pernah memiliki anak anjing di rumah dan belum tahu bagaimana cara terbaik merawatnya, simak artikel berikut ini untuk mengetahuinya lebih lengkap.

Cara Merawat Anak Anjing

Merawat anak anak anjing bukan sekedar mengajaknya jalan-jalan di taman, dan bermain lempar tulang. Seperti yang akan kamu pelajari pada artikel berikut ini, perawatan anak anjing lebih ekstra daripada merawat anjing dewasa. Semuanya bisa kamu awali dari menerapkan kebiasaan hidup yang baik dan sehat.

1. Persiapkan Rumah Untuk Anak Anjing

Sebelum membawa pulang anak anjing baru, ataupun sebelum hari kelahiran anak anjing baru di rumah kamu. Pastikan terlebih dahulu rumah kamu aman bagi mereka dan keselamatan semua keluarga kamu.

Ingatlah bahwa anak anjing sangat aktif untuk melompat, memanjat, mengunyah dan mencakar barang apapun yang mereka lihat di depannya. Jadi, letakan dan amankan barang-barang di sekitar rumahmu di tempat yang aman dari jangkauan anak anjing baru peliharaan kamu, terutama kabel listrik, racun tikus, dan yang lainnya.

2. Berilah Nama Pada Anak Anjing

Tugas merawat anak anjing bukan sekedar memberinya makan, menempatkan mereka di kandang, kemudian dibiarkan seharian tanpa bermain sama sekali. Tugas merawat anak anjing kurang lebih mirip seperti merawat anak bayi manusia baru, layaknya anak kamu sendiri.

Jadi, memberi mereka nama adalah prioritas pertama yang harus kamu lakukan. Berikanlah nama pada anak anjing kamu yang menurut kamu lucu, mudah diingat, sesuai kepribadian atau penampilan anak anjing tersebut.

Gunakan nama baru anak anjing itu sebanyak mungkin ketika kamu berinteraksi dengan mereka. Tidak butuh lama, mereka akan paham dan mengetahui nama mereka sendiri dan segera menanggapi ketika kamu memangilnya.

3. Beri Makanan Yang Tepat Dan Bernutrisi

Anak anjing memakan makanan yang berbeda dari anjing dewasa dari segi tekstur dan ukuran. Ketika kamu memutuskan untuk memelihara anak anjing, sebaiknya berikanlah makanan yang lebih kecil dengan tekstur yang lebih mudah dikunyak.

Makanan yang lebih kecil dan mudah dikunyah bertujuan dipilih karena anak anjing berukuran kecil memiliki gigi dan rahang yang belum terlalu kuat bila diberi makanan anjing dewasa.

Di toko hewan ada begitu banyak pilihan makanan komersial yang dijual khusus untuk anak anjing. Saat membelinya, perhatikan kandungan nutrisi yang di dalamnya. Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, energi, dan air sebisa mungkin seimbang.

4. Beri Tempat Tidur Anak Anjing Yang Nyaman

Anak anjing bisa menghabiskan waktu tidur selama 15 – 20 hari dalam sehari. Hal ini bisa berlaku jika mereka melihat tempat tidur yang kamu sediakan aman dan nyaman. Jika tidak, maka panjang tidurnya mereka akan berkurang.

Tidak ada yang salah untuk membuat tempat tidur anak anjing di luar maupun di dalam selama kamu sering mengeluarkan mereka dari kandangnya dan mengajak untuk bermain di sekitar. Karena, anjing adalah hewan yang mudah nyaman bila hidup berdampingan dengan kawanannya. Namun, jika tidak ada anjing lain di dalam rumah kamu, maka kamu dianggap sebagai kawanan mereka.

Perlu diingat, anak anjing di bawah umur 1 bulan tidak boleh dibawa kemana-mana dulu. Karena, pada kurang dari 1 bulan ini, anak anjing masih rawan dengan cuaca, debu, dan parasit lainnya.

5. Gunakan Tempat Makan Dan Minum Dari Logam

Logam adalah salah satu bahan untuk dijadikan tempat makan hewan yang cukup aman dibandingkan kayu ataupun kaca. Karena, anak anjing adalah hewan yang sangat aktif, sebaiknya gunakanlah logam sebagai tempat makannya.

Namun, meskipun anggapan logam aman untuk dijadikan tempat makanan anak anjing, kamu harus tetap menjaga kebersihannya agar terhindar dari segala macam parasit yang bisa membuat anjing kamu terserang penyakit, terutama penyakit pencernaan.

6. Tunjukan Tempat Buang Air Pada Anak Anjing

Anjing terkenal sebagai salah satu hewan yang memiliki tingkat kepintaran paling bagus bila dibandingkan hewan lainnya. Bahkan, mereka bisa diajak untuk tidak membuang air kecil dan besar sembarang, loh. Itulah sebabnya, banyak orang yang tertarik untuk memelihara anjing.

Ada dua tanda anak anjing ingin buang air, mereka akan mengendus ke arah tanah atau berlari tidak beraturan untuk menemukan tempat yang tempat. Saat kamu melihat mereka melakukan hal tersebut, angkatlah anak anjing itu dan taruh di atas tempat buang air yang sebelumnya sudah kamu sediakan untuk mereka.

Tidak lama setelah kamu membiasakan perawatan cara ini, mereka akan memahami dimana tempat yang seharusnya mereka gunakan untuk buang air kecil dan besar. Terutama, ketika kamu mmemuji mereka dengan kata-kata setelah mereka buang air di tempat yang seharusnya.

7. Sediakan Air Minum Secukupnya

Anjing memiliki frekuensi minum air yang cukup banyak. Hal ini membantu mereka untuk tetap terjaga dalam kondisi terhidrasi dan sehat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

Tanpa air minum matang dan segar yang cukup, tubuh mereka akan lemas dan tidak sanggup untuk aktif layaknya anjing pintar lainnya.

Tidak ada air minum khusus untuk anak anjing. Kamu cukup perlu memberikan mereka air putih segar yang sudah dimasak matang.

8. Amankan Anak Kamu Dan Anak Anjing

Anjing memang hewan yang suka bermain dengan manusia atau keluarga yang sudah merawatnya dari kecil. Tapi, itu adalah anjing yang sudah menginjak usia remaja. Berbeda dengan anak anjing yang masih kecil.

Anak anjing masih belum tahu bagaimana cara bermain dengan anak bayi manusia, begitu juga sebaliknya. Akan ada kemungkinan mereka bertengkah dan gaduh. Oleh sebab itu, awasilah mereka agar tetap bermain dengan aman dan sesuai kadarnya.

9.Rawat Bulu Dan Kuku Anak Anjing

Anak anjing akan mulai terbiasa untuk dandan sejak kecil apabila kamu merawat, dan menyisir bulunya setiap hari. Sedangkan, kuku yang panjang akan membuat mereka mudah menggores tubuhnya sendiri.

Kamu perlu memerhatikan dua tubuh kucing ini untuk selalu mendapatkan perhatian lebih. Usahakan untuk menjaga anak anjing peliharaan kamu tubuh dewasa dengan sehat dan mudah diajak dandan untuk bermain.

10.Jauhkan Jangkauan Tanaman Berbahaya Dari Anak Anjing

Sekali lagi PintarPet sebutkan, anjing adalah hewan yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi dibandingkan hewan lainnya. Namun, hal tersebut berlaku jika mereka sudah memasuki usia remaja dan akan sangat berbeda ketika mereka masih kecil.

Anak anjing sangat suka mengunyah segala benda, dan makanan yang ada depan mata mereka, terutama tanaman hias di dalam rumah kamu. Sebaiknya pastikan tanaman berbahaya sulit dijangkau oleh anak anjing, seperti tanaman Oleander, Azalea, Cemara, Digitalis, dan Shamrock.

11.Vaksinasi

Anak anjing yang berumur enam sampai enam belas minggu sudah sangat direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin setiap minimal 1x dalam 4 minggu. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah resiko terserang penyakit dan menambah imun anjing peliharaan kamu.

Ada sekitar 5 jenis vaksin yang biasa diberikan kepada anjing, yaitu vaksin DP (Distemper dan Parvovirus), PiBr, DHLPI, DHLPII+R, dan Rabies.

Apa jenis vaksin yang cocok untuk anak anjing kamu? Sebaiknya kamu berikan jenis vaksin sesuai dengan anjuran dokter hewan yang kamu percayai. Karena, vaksin diberikan kepada anjing sesuai dengan jenis, ras, dan riyawat penyakit induk.

12.Ajak Anak Anjing Jalan-Jalan

Mengajaknya Berjalan-Jalan – Petpintar
Meskipun kamu telah memberikan lingkungan rumah yang aman dan nyaman bagi anjing peliharaan kamu, bukan berarti kamu bisa membiarkan mereka selalu tinggal di dalam rumah dengan mainan yang monoton.

Mengajak mereka jalan-jalan setidaknya 60 menit dalam sehari bisa melatih fisik dan mental mereka agar lebih kuat dan mampu menjaga kawasan yang dianggap rumah mereka sendiri.

Dilansir dari thesprucePets, anak anjing yang tidak pernah diajak jalan lebih beresiko terserang penyakit stress lebih banyak dibandingkan dengan anjing yang aktif berjalan minimal 60 menit sehari.